Melakukan perjalanan dengan membawa bayi menggunakan pesawat tentu akan sedikti lebih repot daripada melakukan perjalanan sendiri atau dengan orang dewasa.
Lama perjalanan, keamanan di bandara yang sedikit rumit, membawa banyak perlengkapan untuk bayi dan kereta
dorong, tampaknya akan sedikit repot.
Keadaan seperti ini membuat kewalahan untuk membawa bayi bagi sebagian besar orang tua.
Namun, apabila anda ingin melakukan perjalanan bersama dengan bayi anda maka anda harus mempersiapkan segala hal dengan lebih matang agar tidak terjadi hal-hal yang akan membuat repot orang tua dan juga bayi merasa nyaman melakukan perjalanan.
Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan:
1. Umur Berapa Bayi Boleh Terbang?
Anda bisa melakukan perjalanan bersama bayi kapan saja semenjak bayi itu lahir.
Namun, agar bayi terhindar dari transmisi bakteri dan kuman terutama sistem aliran
udara di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat, disarankan agar menunggu sampai bayi berusia 4-6 minggu.
Tetapi alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui waktu yang tepat bagi bayi Anda untuk naik pesawat.
2. Periksa Kesehatan Bayi Anda
Periksakanlah kondisi tubuh bayi Anda sekitar 3-7 hari sebelum berangkat. Sampaikan segala keluhan kesehatan yang diderita bayi, agar dokter bisa memberikan penanganan terbaik. Misalnya bila bayi Anda baru saja mengalami pilek atau radang telinga, bisa jadi dokter akan memberikan obat tetes pereda nyeri.
Minta
surat keterangan sehat dan surat rekomendasi dokter yang menyatakan
bahwa anak Anda layak untuk bepergian dengan pesawat udara. Walaupun tak
selalu diwajibkan oleh maskapai, namun surat ini penting untuk
berjaga-jaga.
Jaga kesehatan dan kebugaran
menjelang berangkat Beri vitamin dan makanan yang bergizi cukup dan
seimbang sebagai pencegahan. Anak kecil rentan tertular airborne infection,
terutama penyakit yang mudah menular seperti flu dan batuk –maka
usahakan agar si kecil tidak bepergian di kala kondisinya sedang tidak
prima. Bila keadaan bayi Anda parah, lebih baik tunda
keberangkatan. Bila Anda tetap bersikeras terbang, biasanya pihak
maskapai akan meminta surat persetujuan dari Anda, bahwa jika terjadi
hal-hal yang tak diinginkan adalah di luar tanggung jawab pihak maskapai
penerbangan
3. Pesanlah Tiket Jauh-Jauh Hari
Pesanlah tiket jauh-jauh hari kira-kira 2 atau 3 minggu dari hari keberangkatan dan pastikan bayi mendapatkan kursi tersendiri demi kenyamanan bayi Anda.
Tanyakanlah kepada maskapai penerbangan bila ada kemungkinan paket kursi khusus bagi bayi mungkin Anda bisa menggunakan layanan tersebut sebagai alternatif.
Pilih waktu terbang yang paling nyaman untuk bayi, misalnya pada malam
hari (untuk penerbangan panjang) atau jam tidur siang untuk penerbangan
jarak pendek, karena pada saat itu anak akan bisa tidur tenang di
pesawat. Tapi, Anda perlu mempertimbangkan
kondisi bayi Anda. Apakah bayi Anda dapat tidur nyenyak saat suasana berisik atau mengalami gangguan tidur malam saat kondisi berisik.
Pilih tempat duduk di sisi lorong (aisle)
untuk Anda, agar Anda bisa lebih mudah untuk keluar-masuk saat mengurus si kecil
–bila harus ke toilet atau saat menenangkannya dengan berjalan-jalan di
lorong kabin.
Karena mesin pesawat menimbulkan suara berisik jangan memilih kursi di barisan belakang alangkah baiknya pilihlah kursi dibarisan depan.
Selain itu kursi barisan depan cenderung memiliki ruang lebih luas untuk kaki sehingga memberikan kenyamanan bagi Anda dan bayi.
Apabila melakukan perjalanan yang cukup jauh, sebaiknya memesan
kursi khusus bayi yang biasanya hanya setengah harga dari tiket dewasa.
Apabila memang perlu, bawalah car seat sehingga memudahkan Anda saat pesawat akan lepas landas ataupun mendarat.
Paatikan sekali lagi ke agen perjalanan atau maskapai penerbangan mengenai semua permintaan yang Anda pesan.
4. Ringkas Barang-Barang yang Perlu Dibawa
Agar tidak merepotkan apabila melakukan perjalanan naik pesawat bersama buah hati sebaiknya Anda membawa barang-barang yang penting saja.
ASI bisa jadi pilihan paling tepat selain tidak perlu repot dapat mengurangi bawaan yang harus dibawa di bagasi.
Tetapi untuk berjaga-jaga sebaiknya sediakan makanan tambahan apabila terjadi penundaan jadwal
penerbangan. Selain susu formula, Anda bisa pula membawa makanan
ringan untuk si kecil.
Jika diperlukan, menyiapkan botol berisi air hangat dari rumah. Untuk bayi
yang berusia lebih dari 6 bulan, Anda bisa menyiapkan jus buah yang
sudah diencerkan.
5. Berada di Dalam Pesawat
Sebelum lepas landas dan setelah mendarat alangkah baiknya jika bayi Anda sudah dalan keadaan kenyang.
Pastikan bayi Anda cukup minum agar ia tidak dehidrasi karena udara di dalam kabin cenderung kering. Ini juga akan membuat mereka kenyang dan tidak rewel saat penerbangan.
Pastikan bayi Anda cukup minum agar ia tidak dehidrasi karena udara di dalam kabin cenderung kering. Ini juga akan membuat mereka kenyang dan tidak rewel saat penerbangan.
Hal ini penting dilakukan untuk menjaga bayi tetap aman dari sakit
telinga saat terbang. Memberi dot atau mainan untuk digigit juga bisa
mengalihkan perhatian bayi dari kebisingan pesawat saat lepas landas.
Jika bayi nampak terganggu dan gelisah setelah tinggal landas (take
off), gendong bayi sambil berjalan-jalan di lorong pesawat beberapa
saat.
Kunci agar bayi tetap nyaman dan tidak rewel saat di pesawat adalah tidak membiarkannya kelaparan dan memastikan keamanannya.
Ganti pakaian dan popok bayi sebelum naik pesawat agar bayi tetap
nyaman. Disarankan pula untuk naik penerbangan non-stop supaya bayi
tidak terlalu sering terganggu.
Tak perlu buru-buru keluar pesawat begitu tiba di tempat tujuan. Biarkan penumpang lain keluar terlebih dahulu, sehingga Anda dan bayi tidak perlu berdesak-desakan.
Tak perlu buru-buru keluar pesawat begitu tiba di tempat tujuan. Biarkan penumpang lain keluar terlebih dahulu, sehingga Anda dan bayi tidak perlu berdesak-desakan.

No comments:
Post a Comment